Senin, 11 Februari 2013

JAMUR DI MULUT

INFO KES TENTANG

Penyakit jamur bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja. Termasuk di rongga mulut. Penyakit tergolong yang menyerang semua umur. Namun kerentanan tubuh tertentu yang berkecenderungan terserang jamur. Termasuk pada usia bayi. Selain perlu dicegah, perawatan jamur di mulut perlu rutin dilakukan. ADA beberapa jenis jamur yang dapat menghinggapi tubuh manusia. Satu di antaranya jenis jamur candida. Ragam jamur candida juga ada bermacam-macam. Satu yang paling sering menyerang manusia jenis candida albicans. Bisa menyerang kulit, selain selaput lendir (mucosa). Kulit yang lembab, basah, tipis, dan berpenyakit, lebih rentan terserang jamur. Sedang selaput lendir, bisa mengenai selaput lendir mulut selain usus, dan kemaluan. Mengapa terkena jamur? Sudah disebut, kulit-kulit dengan kondisi tertentu lebih rentan terserang jamur. Kulit di bagian sela-sela tubuh, seperti sela jemari, lipatan paha, lipatan lengan, leher, dan kulit yang lebih tipis, seperti kulit perut, pipi yang sering basah dan lembab. Jamur juga tumbuh pada bagian kulit yang terluput dari pembersihan atau tak terkena sabun air mandi. Selain tak terkena sabun, sewaktu menyekanya pun mungkin terluput dikeringkan. Maka jamur di selangkangan, di belakang daun telinga, di lipat payudara, dan sela jemari, bagian-bagian yang sering dihinggapi penyakit jamur. Penyakit jamur juga menyerang orang dengan penyakit diabetes, menurunnya dayatahan tubuh, sehabis mengonsumsi antibiotika, obat golongan corticosteroid (kasus ashma-alergi, penyakit otoimun) mengidap kelainan darah, sedang hamil, dan bila kegemukan. Jamur sendiri ada di mana-mana alam bebas. Ia bisa hinggap kapan saja tubuh lengah. Maka kebersihan kulit, selain kewaspadaan untuk menangkalnya bila tubuh tergolong rentan, menjadi keharusan dalam mencegah serangan penyakit jamur. Termasuk menjaga keutuhan selaput lendir rongga mulut, dan kemaluan. Kebersihan rongga mulut sangat penting, selain merawat sekitar organ kemaluan. Air cebok, cara cebok, membilas dan mengeringkan sekitar organ kemaluan, termasuk lebih sering berkumur-kumur. Jamur candida di rongga mulut Jamur candida sering menyerang bayi. Buka saja penyakitnya lekas menjalar, bahkan sampai ke saluran pencernaan, bayi yang mulutnya berjamur sering rewel. Rasa tidak nyaman di mulut bisa mengganggu proses makan dan minum anak. Ini hambatan pada proses tumbuh kembangnya juga. Maka betapa pun ringan, penyakit jamur di rongga mulut perlu segera disembuhkan. Mengapa mulut bayi berjamur? Tentu karena kebersihan rongga mulutnya kurang terjaga. Jamur mungkin ditulari dari dot susu, dari empeng, atau dari peralatan makan minumnya yang tidak bersih (tak sucihama). Maka dot susu dan empeng perlu selalu disucihama paling kurang dengan air hangat. Cara mengambil dot susu menggunakan pencapit, dan tidak dipegang langsung oleh jari tangan. Begitu juga empeng yang selalu digantung di baju bayi, secara rutin perlu dicuci setiap hari agar tidak dihinggapi jamur. Benda yang selalu basah (ludah) disukai jamur. Mengenal jamur di mulut Jamur candida di rongga mulut memperlihatkan gambaran yang khas. Sekali melihat tak mudah dilupakan. Persis seperti ada lapisan selaput susu di permukaan lidah. Awalnya, jamur candida tumbuh di permukaan lidah, lalu menjalar ke selaput lendir pipi bagian geraham, langit-langit mulut, gusi, tenggorokan, sampai ke amandel, dan bahkan bisa ke saluran napas atas. Tak jarang menyebar ke sudut mulut (pecah dan belah-belah berwarna putih susu di kedua sudut bibir). Rongga mulut biasanya menjadi lebih kering. Untuk membedakan apakah ini jamur atau sisa susu di lidah, selaput putih jamur tak mudah dikelupas (dikelet) dari permukaannya. Jika berhasil dikelupas pun akan menyisakan daerah merah meradang di bawahnya. Sedang jika hanya lapisan susu belaka, dengan mudah bisa dibilas dengan minum air saja, dan tidak meninggalkan bekas. Perlu obat Yang sudah terkena jamur di rongga mulut tak cukup hanya melakukan perawatan kebersihan rongga mulut belaka. Perlu segera diberikan obat antijamur juga. Biasanya diberikan obat yang diolesi langsung pada permukaan jamurnya (larutan gentian violet, obat murah dan sederhana, misalnya). Dengan obat oles, rata-rata sudah bisa menyembuhkan jamur di rongga mulut. Bisa terjadi, penyakit jamurnya berkembang menjadi sistemik, atau menyerang ke sekujur tubuh. Untuk itu perlu diberikan obat antijamur yang diminum juga. Namun sekali lagi, penyakit jamur sering kambuh bila kebersihan rongga mulut tidak terjaga. Termasuk selalu perlu membersihkan puting susu ibu dengan sabun dan air hangat setiap kali habis menyusui. Jamur juga bisa tumbuh di sana jika kebersihannya melemah, lalu menularkannya ke mulut bayi. Jamur di mulut juga perlu diwaspadai menyerang pada bayi yang sehabis diberikan obat antibiotika untuk suatu penyakit infeksinya. Selama jamur di mulutnya masih tampak ada, pengobatan harus dilanjutkan agar jamurnya tidak kambuh dan berkembang menjadi menahun. Semoga bermanfaat Desti Syofian